"Setelah menyaksikan langsung film yang disutradarai Hanung secara utuh, saya mendapatkan kesan, aroma pluraslisme agama yang sangat menyengat dalam film ini,"
Menurut KH A. Cholil Ridwan Lc, pluralisme yang dibolehkan dalam Islam adalah pluralisme sosiologis. Itulah yang dikenal dengan pluralitas. Misalnya saja umat Islam sudah semestinya hidup berdampingan dengan orang Kristen dan umat agama lain, tanpa harus mengorbankan keyakinannya.
"Jadi yang namanya kerukunan dan toleransi itu tidak boleh mengorbankan keyakinanya," tukas Kiyai Cholil mengingatkan.